Antara Copy dan Paste

4
183
(Source: images.google.com)

Copy Paste, atau dalam bahasa Indonesia “Salin dan Tempel”. Merupakan kegiatan yang bisa dilakukan siapa saja menggunakan perangkat elektronik seperti laptop atau smartphone. Nah banyak sekali yang menjadikan kegiatan copy paste ini sebagai kegiatan yang kurang disukai terutama oleh para blogger yang memiliki karya tulis sendiri di blognya.

Saya sempat melakukan kegiatan copy paste ini beberapa kali dan saya publish di blog saya (dulu menggunakan blogspot) karena saya berfikiran suatu saat saya akan membutuhkan artikel ini lagi untuk di praktekan (dulu mengenai tutorial dan tips). Agar mudah di carinya, maka saya paste di blog saya waktu itu.

Namun setelah membaca kesana kemari ternyata banyak pemilik blog/web yang merasa dirugikan dengan kegiatan copy paste ini. Dan mereka beralasan dengan copy paste artikelnya ke blog lain akan mengurangi pengunjung/visitor ke blognya tersebut. Hal ini disebabkan karena posisi artikelnya di google search akan menurun dengan banyaknya artikel serupa yang di copy paste. Maka tentu saja pengunjung blognya akan berkurang.

Bagi saya pribadi, kegiatan copy paste ini adalah kegiatan pemalas. Ya pemalas! Kenapa? Karena sudah jelas kita jadi malas dalam meyalin artikel dengan menulis/mengetik ulang. Masih ingat kah dulu waktu seklah dasar? Jaman saya sekolah SD sekitar tahun 1999 atau dibawah tahun 2000. Saya sering sekali disuruh oleh guru untuk menulis ulang artikel yang ada dibuku. Kadang 1 bab saya disuruh menulis ulang dengan pensil. Kenapa harus ditulis ulang? Kenapa tidak di photocopy saja bukunya? Mungkin maksud guru waktu itu agar saya bisa memahami isi dari artikel itu kata demi kata atau huruf demi huruf. Karena dengan menulis ulang, pastinya setiap kata tersebut akan terekam oleh memory di otak kita.

Saya sendiri hingga saat ini masih mengcopy paste artikel dari blog/web lain, namun sedikit menghargai dengan berbagai cara. Misalnya dengan menulis ulang artikelnya dengan sedikit perubahan kata, atau jika ada berita heboh yang terjadi seperti yang sering di publish di detik, liputan6 atau kompas maka saya akan menyertai sumber berita tersebut (agar tidak dibilang publish berita hoax dll) hehe

Kesimpulan adalah, jika Anda masih gemar copy paste artikel milik orang lain, coba lah untuk menulis ulang dengan gaya bahasa Anda sendiri agar artikel Anda tidak ada duanya (mirip jargon iklan yah 😀 ). Dan untuk pemilik artikel pertama atau penulis pertama yang di copy paste artikelnya, pastikan Anda sudah tau betul resiko menyebarkan artikel di media online. Dan untuk yg copy paste tolong sebisa mungkin merubah sedikit gaya bahasa artikel dan usahakan mencantumkan referensi/sumber artikel yang dibuat (mungkin bs mencontoh wikipedia).

Sekian artikel ini, semoga tulisan ini dapat dipahami karena saya bukan penulis/pengarang dan bukan juga jurnalis berita 😀 . Jika Ada yang ingin mengkritik atau saran bisa melalui kolom komentar dibawah.

Terima kasih

  • suketiawan

    Itu copas kebiasaan saya gan kalo bikin artikel tapi ya tetep ane rubah dikit kalimatnya wkwkwkwk

  • Ya sama saja saya juga copy paste… Namun hampir semua kata-katanya saya cari sinonimnya. Tah itu dikatakan copy paste atau bukan ya? Atau mengcopy artinya saja? Atau apa ya istilahnya yang pas hee. Yah memang kalau parafrase dari artikel orang justru tidak akan naik-naik peringkat SERPnya namun kalau artikel pribadi original. Walaupun itu kurang bagus, hanya tinggal nunggu Crawl Google jika artikelnya panjang dan bermanfaat mengandung kata kunci tertentu akan cepat naik k pejwan gan

    • Iya gan. menurut ane jg bgtu. Mustahil org nulis tanpa ada referensi juga dari blog/web org lain. Apa lgi skrng sejak maraknya koneksi internet di indonesia, org jadi jarang beli koran atau majalah.